Minggu, 18 Agustus 2013

AN4I< 4L4'/



Sumber gambar: Internet



AL4y …

Pertama kali aku mendengar ini, aku heran, istilah apalagi ini ya?

Maklum aku anak angkatan millennium, generasi diatas Babe (juara 1, SUCI season 3), ada yang tau ngga ya? :P 

Alay atau singkatan dari anak layangan atau anak lebay ini sebenernya merupakan fenomena perilaku remaja (ingat lho R-E-M-A-J-A, jadi klo bagi yang sudah bukan remaja masih juga alay, …… mesti ngomong apa ya ? ampuuun de ….) yang norak dan kampungan (sorry, itu menurut definisi di Wikipedia Indonesia lho)

Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja yang menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. 

Dalam gaya bicara, mereka berbicara dengan intonasi dan gaya yang berlebihan.

Banyak opini yang berkembang mengenai alay ini .

Ada yang bilang anak-anak alay ini merusak moral bangsa. (apa iya? Coba de bercermin dulu di diri sendiri, apakah tingkah laku sehari-hari kita sudah sesuai dengan ajaran moral?)

Ada juga yang bilang anak-anak alay itu ngga nasionalis karena merusak tatanan bahasa Indonesia.
(mmm… ngga juga, itu hanya upaya mengekspresikan diri saja menurutku, masih banyak tuh orang-orang yang suka ngomong menggunakan bahasa asing antar sesama rekan sebangsanya daripada bahasa Indonesia, lalu bahasa-bahasa “ibu” di daerah-daerah apakah dianggap juga merusak tatanan bahasa Indonesia)

Dan seterusnya, dan seterusnya … (masih banyak opini-opini lain yang berkembang bahkan yang ekstrem).

Tapi aku mau melihat sisi positifnya (anak-anak Alay yang baca opini ini jangan kegeeran ya, ini bukan pembelaan yang dibuat-dibuat, tapi kenyataan  :P ) :

1.       Anak alay itu berbakat menjadi spionase, lihat saja kemampuan mereka membuat tulisan kode-kode dan selalu berubah-ubah, misal nih  “aku cowok ganteng” =  “4ku t70w01< 9u4nt3n9”  =  “AI<n c0W0I< 94uT3u9 = dan seterusnya (pusing juga buatnya, maklum bukan anak alay :P )

2.      Anak alay itu umumnya ceria-ceria dan mampu menghidupkan suasana, nah ini yang menurutku dibutuhkan di dunia yang semakin serius, semakin membuat manusia jadi android, semakin monoton, semakin banyak warna “kelabu atau hitam”.
Jadi ibaratnya anak alay ini sebagai salah satu unsur balancingnya.


3.      Anak alay itu cukup kreatif, lihat saja apa yang mereka pakai, mereka bawa, menurutku cukup menarik (memang ngga semua anak alay kreatif).

Nah segitu dulu de, nanti klo kepanjangan, banyak yang geer  ;P

Inga-inga, alay ada bukan untuk dibasmi, namun ada untuk dibina dan diarahkan ke hal-hal yang positif, karena alay adalah suatu fenomena yang tercipta dari kondisi kehidupan masyarakat itu sendiri.

Peace … :P


Cokorda Oka