Sumber
gambar: Internet
AL4y …
Pertama kali aku mendengar ini,
aku heran, istilah apalagi ini ya?
Maklum aku anak angkatan millennium,
generasi diatas Babe (juara 1, SUCI season 3), ada yang tau ngga ya? :P
Alay atau singkatan dari anak
layangan atau anak lebay ini sebenernya merupakan fenomena perilaku remaja (ingat
lho R-E-M-A-J-A, jadi klo bagi yang sudah bukan remaja masih juga alay, ……
mesti ngomong apa ya ? ampuuun de ….) yang norak dan kampungan (sorry, itu
menurut definisi di Wikipedia Indonesia lho)
Dalam gaya bahasa, terutama
bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja yang menggabungkan huruf
besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat
secara berlebihan.
Dalam gaya bicara, mereka
berbicara dengan intonasi dan gaya yang berlebihan.
Banyak opini yang berkembang
mengenai alay ini .
Ada yang bilang anak-anak alay
ini merusak moral bangsa. (apa iya? Coba de bercermin dulu di diri sendiri,
apakah tingkah laku sehari-hari kita sudah sesuai dengan ajaran moral?)
Ada juga yang bilang anak-anak
alay itu ngga nasionalis karena merusak tatanan bahasa Indonesia.
(mmm… ngga juga, itu hanya
upaya mengekspresikan diri saja menurutku, masih banyak tuh orang-orang yang
suka ngomong menggunakan bahasa asing antar sesama rekan sebangsanya daripada
bahasa Indonesia, lalu bahasa-bahasa “ibu” di daerah-daerah apakah dianggap juga
merusak tatanan bahasa Indonesia)
Dan seterusnya, dan seterusnya …
(masih banyak opini-opini lain yang berkembang bahkan yang ekstrem).
Tapi aku mau melihat sisi
positifnya (anak-anak Alay yang baca opini ini jangan kegeeran ya, ini bukan
pembelaan yang dibuat-dibuat, tapi kenyataan :P ) :
1. Anak
alay itu berbakat menjadi spionase, lihat saja kemampuan mereka membuat tulisan
kode-kode dan selalu berubah-ubah, misal nih “aku cowok ganteng” = “4ku t70w01< 9u4nt3n9” = “AI<n
c0W0I< 94uT3u9 = dan seterusnya (pusing juga buatnya, maklum bukan anak alay
:P )
2. Anak
alay itu umumnya ceria-ceria dan mampu menghidupkan suasana, nah ini yang
menurutku dibutuhkan di dunia yang semakin serius, semakin membuat manusia jadi
android, semakin monoton, semakin banyak warna “kelabu atau hitam”.
Jadi
ibaratnya anak alay ini sebagai salah satu unsur balancingnya.
3. Anak
alay itu cukup kreatif, lihat saja apa yang mereka pakai, mereka bawa,
menurutku cukup menarik (memang ngga semua anak alay kreatif).
Nah segitu dulu de, nanti klo
kepanjangan, banyak yang geer ;P
Inga-inga, alay ada bukan untuk
dibasmi, namun ada untuk dibina dan diarahkan ke hal-hal yang positif, karena
alay adalah suatu fenomena yang tercipta dari kondisi kehidupan masyarakat itu
sendiri.
Peace … :P
Cokorda
Oka


